Oct 17, 2011

Tentang: "Kami Yang Bukan Seniman' Dari Sorowako

Selang beberapa bulan setelah kursus melukis di sanggar MakassArt, kami (perwakilan dari SPC) diundang untuk turut meramaikan perhelatan akbar 'FSD Art Moment'  yang diselenggarakan oleh Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar (FSD-UNM).  Sebuah kehormatan bisa pameran bersama perupa-perupa handal seperti Mike Turusy, Zainal Beta, Faisal UA, Marledy, Cadio Tarompo, Joey Borneo, S. Mamala (saat itu saya masih mengenal sebatas nama besar mereka saja) . 

Adalah Bang Mike-perwakilan dari MakassArt Gallery yang saat itu bertanggung jawab atas pengumpulan karya-meng up date statusnya di FB kala itu...

"Karya2 seniman sorowako sudah ada di makassArt gallery tinggal karya dari kalimantan dan surabaya."
Tue at 11:14pm • Comment • Like
-----------------------------------

tidak lama kemudian seorang gadis belia berwajah manis -terlihat jelas dari fotonya dengan sudut pengambilan gambar yang dimiring-miringkan, sepertinya dari kamera hape (khas alay) memberikan comment nya:


"Sorowako itu dimana kek..."
Wed at 8:25am

"Jgn ngarang kek,mana ana daerah namax sorowako punya seniman,lukisan mereka aja hancur2..aku ingat waktu mereka pameran dimall panakukang mks,cuma mrk punya duit ampe kakek jadi tolol katain mereka seniman..sulsel aja yg kutau br zaenal beta yg seniman,karna dia satu2x pelukis Tanah liat di Indonesia..aku tau karena sering masuk TV..dan juga TV luar negeri.."
Wed at 8:43am

"Kek..seniman itu sekelas prof..dia nemuin sesuatu yg luar biasa dibidangnya,dan punya karya...trus dia diakui ama org2...hidupnya pun ala kadarnya..nga terpancing ama kemewahan..kalau kakek kykx udah terpancing hehehe nikmati aja fasilitasnya kek...nga usah tergoda ama orgnya.."
Wed at 8:50am

"Kasihan bawa lukisan dari sorowako..pasti jadi bahan tertawaan pelukis makassar...kalau dari kalimantan pelukisnya sering kudengar namax seperti: Alm moanam,cadio tarompo..kalau sorowako aku tau cuma tambang Nikel..yang buat kakek terpesona wkwkwkwkwkwk"
Wed at 9:09am
---------------------------------

Berdasarkan prolog diatas, ijinkan kami memperkenalkan diri.

Kami memang lahir di Sorowako. Dibesarkan dengan fasilitas perusahaan yang hampir dibilang serba lengkap, mengenyam pendidikan di sekolah milik perusahan tambang dengan kurikulum swasta yang dijamin keunggulannya. Semua keistimewaan yang kami dapatkan tidak lain dan tidak bukan karena bapak kami bekerja pada perusahaan tambang nikel di sana. Sampai disini, apa yang dicurigai oleh gadis belia nan menawan tentang Sorowako (berdasarkan pengetahuannya itu) sepertinya sudah cocok. Bahwa Sorowako terkenal sebagai kota tambang yang dihuni oleh orang-orang berduit, yang terbiasa hidup mewah sehingga kerap menggampangkan segala cara agar tujuan hidupnya tercapai.

Tapi perkenalan kami masih ada lanjutannya.

Bahwa posisi bapak kami adalah seorang buruh di perusahaan tambang itu. Apa yang bisa dibanggakan seorang buruh pabrik macam bapak kami selain bisa memberi makan keluarganya dan bisa menyelesaikan sekolah anak-anaknya dengan hasil keringatnya sendiri? Apa yang bisa kami sombongkan dari penghasilan seorang buruh pabrik tambang yang untuk membeli sebuah rumah di Makassar (type 36 saja) harus rela dipotong gajinya selama 10 tahun?

Awalnya, karya-karya kami hanya untuk menyenangkan orang tua kami semata. Senang rasanya bila mereka punya hal lain yang bisa mereka banggakan. Paling tidak untuk sekedar bahan ‘berbanga-bangga ria’ saja dalam obrolan dikalangan teman-teman mereka.

Terimakasih kepada Fakultas Seni dan Design-Universitas Negeri Makassar (FSD-UNM) atas undangannya dalam rangka turut meramaikan perhelatan “Art Moment 2009” (11-17 Oktober 2009)

Menyandang status seniman atau bukan, inilah kami perwakilan dari Sorowako. Kami hanya ingin membuktikan bahwa sebagai orang Sorowako, kami berupaya berkarya dengan tulus tanpa embel-embel 'menjilat atau menyuap' atau semacamnya seperti yang dituduhkan sebelumnya.

Bila dibandingkan dengan seniman sekaliber Pak Zainal Beta, Alm Moanam,dan Cadio Tarompo seperti yang sudah disebutkan oleh gadis belia nan menawan diatas, karya kami jelas tidak ada apa-apanya.

Pada kesempatan ini dengan bangga kami katakan bahwa kami memilih untuk bergabung kedalam kelompok orang-orang yang berusaha berkarya, bukan kedalam golongan orang-orang yg NO ACTION TALK ONLY (a.k.a NATO) alias omong besar!

dari yang masih belajar (dan tidak akan berhenti belajar!)

*SY*

p.s.  tulisan ini saya ambil dari notes di akun FB saya (9 Oktober 2009), dan sengaja di re-post untuk mengingatkan bahwa saya punya misi 'balas dendam' dengan cara terus berkarya (karena seseorang dinilai dari perbuatannya, bukan omongannya). tabe'...



Pameran lukisan FSD Art Moment 2009 dipusatkan di salah satu gedung di Benteng Fort Rotterdam (eks. Gereja)

No comments:

Post a Comment