May 23, 2012

My Real Dandelion

dandelion, oil on canvas
Tahun 2000 saya mengabadikan nama Dandelion menjadi judul puisi yang saya tujukan untuk pacar saya (sekarang menjadi suami saya). Kalimat yang ada di banner web ini adalah penggalan dari bait terakhir puisi Dandelion:

"...aku hanyalah sekuntum perdu liar tumbuh diantara bebatuan yang jarang menghiasi buket cantik para bangsawan.  Tapi mekarku tulus tanpa syarat..." 


Tahun 2008 saya membuat lukisan Dandelion.  Saya membayangkan rasanya ikut terbang bersama biji-biji kapasnya ke langit yang luas.  Semua data dan image tentang Dandelion kala itu berdasar hasil Googling semata.

April 2012, sebulan setelah touch down di Kyoto akhirnya menyaksikan musim Dandelion bermekaran tepat di depan mata.


Dandelion, tumbuh di bawah pohon Sakura di halaman depan apato kami :)

pinggiran jalan besar di tengah-tengah kota Kyoto penuh dengan pemandangan seperti ini

タンポポ  (bacanya: Tanpopo) adalah nama Jepangnya


Dandelion, simbol kerendahan hati.  Dia bisa tumbuh di mana saja, tidak butuh perlakuan khusus untuk menjaganya.  Bila musimnya berbunga, hamparan Dandelion ini akan nmenyuguhkan pemandangan yang membahagiakan hati saat melihatnya.  Hal yang paling ditunggu-tunggu saat biji kapasnya mulai bermekaran.  Ucapkan keinginan/harapan  lalu tiup biji kapasnya hingga terbang melayang jauh di langit yg luas....


finally, I sketch my real Dandelion ^.^


No comments:

Post a Comment