May 22, 2014

[Ilustrasi] APRIL: Malam Tiada Bulan

26 April 2014.  Bang Goen, seorang sahabat dari Makassar menghubungi via FB minta dibuatkan ilustrasi untuk buku antologi puisinya 'APRIL: Malam Tiada Bulan'.  Rupanya beberapa tahun terkahir beliau menggeluti dunia puisi.  Saya mengenal Bang Goenawan Monoharto sekitar 5 tahun lalu.  Saat itu kami sama-sama lagi belajar melukis cat minyak di Bang Mike Turusy.  Selain melukis dan menulis puisi, beliau juga gemar fotografi.  Bang Goen termasuk type orang yang tidak pernah berhenti belajar dan sangat produktif berkarya.

Bang Goen sendiri menginginkan sebuah ilustrasi cat air.  Berikut sepenggal puisi yang dititip dalam inbox untuk dijadikan acuan dalam mencari inspirasi cover bukunya..

malam tiada bulan

bintang bintang kesepian
malam merana
menutup wajahnya dengan kain kabung
sudah lama menanti bulan tak kunjung datang

april 2014

Saya sendiri langsung membayangkan sebuah lampion bundar pengganti bulan.  Ditambah seseorang yang duduk di atas batang cemara yang menjuntai diatas danau kecil mungkin lebih puitis kali ya? :)


lampionnya di-masking fluid dulu sebelum mewarnai langitnya

ditaburi garam halus untuk efek langit yang dihiasi galaksi




21 Mei 2014, buku antologi puisi ini diterbitkan.  Dengan demikian buku ini adalah buku antologi puisi ke-3 karya Bang Goenawan Monoharto sepanjang  tahun 2014 ini.  Selamat atas kehadiran buku barunya, Bang! 
foto: dokumentasi pribadi Bang Goen

May 3, 2014

Senangnya Mengurus Lapakan ^^

Beberapa minggu yang lalu saya meng-endorse sebuah pocket book (kolaborasi dengan Ekbess Camane) buat Kak Aan Mansyur (yang gemar puisi pasti kenal dengan dia deh ^^).  Pocket book dibuat oleh Ekbess dan saya yang sumbang ilustrasinya.  Sebenarnya ilustrasi wajah Kak Aan itu udah diliris sejak April 2012 lalu dalam bukunya antologi puisinya Tokoh-Tokoh Yang Melawan Kita Dalam Satu Cerita (bedanya, ilustrasi di buku itu berwarna hitam-putih saja).   
Kak Aan himself ^^
Selang seminggu kemudian, saat menggelar dagangan ilustrasi seri Asobo di lapakan via Instragram, tidak disangka Kak Aan memborong empat lukisan sekaligus!  Katanya akan dipasang di KATAKERJA, sebuah perpustakaan, sekaligus sebagai kelas menulis, klub buku & film, kelas craft, dan komunitas kreatif.  

Dengan parasaan waku-waku (gembira) bercampur doki-doki (berdebar-debar), saya mulai mengepak lukisan-lukisan itu.  Waku-waku karena akan melakukan perjalanan ke kantor pos.  Saat ini sedang musim semi, sepanjang jalan diramaikan dengan warna-warni Tulip, Petunia, Magnolia, Poppy, Azalea, and the last but not least is Tanpopo a.k.a. Dandelion ^^  

Doki-doki, karena kali pertama melepas ilustrasi bertemakan 'Anak-Anak dari Kyoto' (lukisan original). Rasanya bagai melepas anak sendiri.  Sayaang banget dengan mereka.  Jadinya kepikiran saat hendak mengirimkannya, semoga paket lukisan ini akan tiba di Makassar dalam keadaan keadaan baik-baik saja, tidak lecek dan sebagainya.  



semoga anak-anakku ini suka di rumah baru mereka :')

タンポポ


jendela kaca kantor pos kecamatan 

Selalu saja ada kejutan kecil saat melintasi rel kereta Eizan.  Saat itu saya berharap akan menjumpai bunga Poppy liar, tapi ternyata belum muncul juga.  Malah ketemu dengan bunga liar berwarna kuning ini.  Mungkin terkesan kampungan, tapi sebagai pendatang dari negara tropis tentulah penemuan ini membuat saya jejeritan sendiri :p
Kalau diantara teman-teman ada yang tahu nama bunga ini, bagi infonya yak. Maacih ^^