Aug 30, 2014

Oscar Forever

Konnichiwa minna san, 

Siang ini suhu di Kyoto terasa lebih sejuk dibanding  hari-hari kemarin.  Banyak yang berkomentar bahwa tahun ini sepertinya musim gugur tiba lebih awal.  Bahkan bunga Higanbana (Red Spider Lily) yang  kerap ditemui pada musim gugur, sudah ada yang bermekaran di sekitaran Kiyamachi dori (dekat Kamogawa).  

Suhu yang lumayan sejuk, anak-anak sedang tidur siang, waktunya untuk 'me time' (baca: selonjoran).  Iseng-iseng mengintip time line FB, seorang teman memposting kartun manga yang ditujukan buat anaknya, isi pesannya agar jangan lupa mengerjakan PR (wow, ibu yang canggih!).  OMG! Itu Lady Oscar! Karakter manga favoritku jaman SMU dulu :') 

Kami pun melanjutkan obrolan di dunia maya.  Bagi Airi san, komik ベルサイユのばら (Berusaiyu no Bara) atau The Rose of Versailles  adalah 'holy bible' dan kini giliran anaknya mengidolakan Lady Oscar.  Wah, waktu benar-benar berjalan begitu cepat.  Saya masih ingat betul waktu SMU dulu masih jarang banget yang punya komik manga, saya termasuk ke dalam golongan yang harus ngantri panjaaang kalo mau baca gratis (terimakasih buat teman sekelasku yang baik banget mau minjamin bukunya ke seantero kelas). Seingat saya, Rose Of Versailles lah satu-satunya komik yang berhasil saya tamatkan meski harus bela-belain ngantri di antrian 'ular naga panjangnya bukan kepalang'.  Sempat juga menikmati Candy-Candy, Pansy, Miss Modern, Pop Corn, Sweet Rabu-Rabu, tapi semuanya ngga sampai tamat. Selain karena ngga cocok dengan karakternya, juga karena kehabisan tenaga menunggu antrian :)  

Saat giliran kita tiba pun ngga bisa berlama-lama bacanya karena harus pinjamin lagi ke teman-teman di waiting list berikutnya. Nasib bagi yang maunya gratisan melulu (maklum uang jajan juga ngga cukup buat sewa komik sendiri) >.<   Nah begitu udah ditangan, waktu pulang sekolah dipakai deh untuk baca komik tanpa jeda, malam harinya dipakai untuk menggambar komik.  Ngikutin cara bikin matanya yang bulat berbinar (gimana caranya agar hasil akhirnya ngga juling), gimana susahnya membentuk jari-jari yang ramping lentik, ngikutin cara mengarsir background secara manual (maklum, saya ngga mampu membeli rugos), mengagumi gaun-gaun para bangsawan Eropa (yang akhirnya bisa liat dengan mata kepala sendiri cewek-cewek Jepang wari-wiri di jalan raya dengan Lolita style nya).  Belajar untuk ulangan besok itu urusan belakang, yang penting manga Lady Oscar harus jadi malam itu juga!

kenang-kenangan dari tahun 1996
Dan inilah yang tersisa dari kunjungan ke Kyoto International Manga Museum pada Juli 2012 lalu.  Bulan  suci Ramadhan bertepatan pada musim panas saat itu. Ceritanya mau ngabuburit sambil baca-baca komik.  Buat yang berkesempatan datang ke kota Kyoto, museum ini salah satu tempat wajib singgah lho ya. Admission fee untuk orang dewasa 800 yen, pelajar SMP-SMU 300 yen, anak SD 100 yen.  Bagi yang ngga ngerti bahasa Jepang, tersedia komik terjemahan dibagian Manga Expo (terjemahan dalam bahasa Indonesia juga ada kok, kabarnya sekitar 90-an komik).  Sayangnya di dalam museum ngga diperbolehkan mengambil gambar (baik foto maupun video) terkait perlindungan hak cipta. 


jadi ingat jam di gedung sekolahnya Nobita ^^

rumah mungil itu adalah bangunan kafe yang terpisah dari museum

fyi, rumputnya imitasi ya...

bisa bawa setumpuk komik untuk dibaca di halaman luar


saat usia Twins baru 13 bulan

sebuah peringatan yang dipasang di bawah pohon Sakura *mungkin maksudnya adalah BEWARE


Nah, kalau udah sampai di Manga Museum pasti akan melewati museum shop (ini surga banget!) karena letaknya tepat  setelah pintu masuk museum.  Ada gerai karikatur bagi yang ingin wajahnya dibuatkan versi karikatur.   Biayanya sekitar 1.800 yen, bisa menyerahkan foto untuk referensi bisa juga langsung duduk manis di depan artistnya.  Lumayan lah, kapan lagi punya kesempatan dibuatin karikatur langsung sama mahasiswa fakultas Manga. Selain itu banyak banget pilihan omiyage khas manga yang tersedia, saking berlimpahnya dijamin bakalan pusing milihnya. 

Pada akhirnya saya membawa pulang sebuah kartu pos seharga 150 yen bergambar Oscar Fracois De Jarjayes, satu diantara ratusan karakter manga yang tersedia. Bukti kesetiaanku pada 'Lady Oscar' yang wajahnya pernah saya gambar di suatu malam menjelang ulangan umum, 18 tahun silam :')

Komik Rose Of Versailles bisa dibaca di sini

Jya, matta ^^

2 comments:

  1. Karakter manga favoritku dari dulu itu Masumi Hayami aka Mawar Jingga ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari Topeng Kaca ya? saya keburu kehabisan tenaga ditengah-tengah pejuangan mengantri. Antriannya panjang banget ^^

      Delete