May 24, 2012

Forever Hanami


Aku dan kekasihku berasal dari keluarga berbeda.

Dibesarkan dengan cara dan kebiasaan yang berbeda pula.  
Tapi kami berdua suka akan satu hal:  Hanami.

Aku masih ingat kencan kami pada perayaan Hanami kala itu.  
Perbedaan latar belakang keluarga kami membuat hari itu terasa sangat singkat untuk diobrolkan.

Kami menikah dan punya anak.  
Berdua kami membesarkan anak berdasarkan ajaran-ajaran terbaik dari keluarga masing-masing.  
Bertambah lagi satu orang yang mengagumi keindahan Hanami: anak kami.


Tiba saatnya anak kami berkeluarga dan membangun keluarga kecilnya sendiri.  
Di perayaan Hanami berikutnya kekasihku pamit padaku untuk duluan menghadapNya.  
Disini aku berjalan tertatih membelah setapak teduh rerimbun Sakura.  
Sendiri menikmati Hanami yang masih menyimpan harum nafas dan renyah tawanya...



5 series of Hanami (size 15 x 10,5 cm) lukisan cat air ,
dikerjakan dalam ketenangan dan keindahan atmosfer kota Kyoto :)


May 23, 2012

My Real Dandelion

dandelion, oil on canvas
Tahun 2000 saya mengabadikan nama Dandelion menjadi judul puisi yang saya tujukan untuk pacar saya (sekarang menjadi suami saya). Kalimat yang ada di banner web ini adalah penggalan dari bait terakhir puisi Dandelion:

"...aku hanyalah sekuntum perdu liar tumbuh diantara bebatuan yang jarang menghiasi buket cantik para bangsawan.  Tapi mekarku tulus tanpa syarat..." 


Tahun 2008 saya membuat lukisan Dandelion.  Saya membayangkan rasanya ikut terbang bersama biji-biji kapasnya ke langit yang luas.  Semua data dan image tentang Dandelion kala itu berdasar hasil Googling semata.

April 2012, sebulan setelah touch down di Kyoto akhirnya menyaksikan musim Dandelion bermekaran tepat di depan mata.


Dandelion, tumbuh di bawah pohon Sakura di halaman depan apato kami :)

pinggiran jalan besar di tengah-tengah kota Kyoto penuh dengan pemandangan seperti ini

タンポポ  (bacanya: Tanpopo) adalah nama Jepangnya


Dandelion, simbol kerendahan hati.  Dia bisa tumbuh di mana saja, tidak butuh perlakuan khusus untuk menjaganya.  Bila musimnya berbunga, hamparan Dandelion ini akan nmenyuguhkan pemandangan yang membahagiakan hati saat melihatnya.  Hal yang paling ditunggu-tunggu saat biji kapasnya mulai bermekaran.  Ucapkan keinginan/harapan  lalu tiup biji kapasnya hingga terbang melayang jauh di langit yg luas....


finally, I sketch my real Dandelion ^.^


May 16, 2012

A Lil' Bit Sketching Moment In 2010


sketching bareng Bang Zaenal Beta (pembina IS-Mks), @yufinats (koordinator IS-Mks), dan @n_ggi (ketua IS-Mks) di halaman depan gedung DKM Fort Rotterdam Makassar, Juli 2010 (saat itu sekretariat IS-Mks masih berlokasi di sana)

'bunga selasih', penampakannya mirip tumbuhan kumis kucing 

Sweet & Bitter

Jika 5 tahun mendatang duo Sweet & Bitter ini menjadi band papan atas dan berhasil tour keliling dunia, maka stasiun subway Kyoto Shiyakusyo-mae telah mencatat jejak kecil mereka saat sedang live performance di bulan Mei kala itu.



yang seperti coretan itu tanda tangannya lho ya :) 

Kalaupun di 5 tahun mendatang ternyata duo ini sudah bubaran, kenang..kenanglah mereka yang telah tampil mengesankan di hadapan para penikmat musik di sebuah stasiun subway kota Kyoto, suatu hari di bulan Mei...

May 14, 2012

Met Hashimura, the wood painter

yah, minimal dapat kartu nama dan mengisi buku tamu ...
19 Maret 2012, enam hari setelah touch down di Kyoto.  Jadwal hari itu adalah pergi ke Sakyo Ward, Kyoto City Office (kantor kecamatan setempat)  untuk mendaftarkan diri sebagai 'Alien Registered'.  Rupanya di lobby sedang dipamerkan sejumlah lukisan.  Namun kali ini bukan lukisan di atas kanvas atau kertas, tapi diatas kayu tipis yang mirip tripleks.  Wood Painting by Hashimura, begitulah yang terpampang di lobby.  Tidak  seorang pun yang terlihat menjaga stand.  Kalaupun ada, mau bertanya seputaran lukisan pun tidak bisa juga karena bahasa Jepang saya masih NOL :) 
Jadinya hanya bisa keliling melihat-lihat lukisan, berfoto dan mengambil kartu nama yang telah disediakan.  Seketika teringat sahabat saya Mba Atit (bundanya IS) yang juga wood painter.  Andai saja dia ada di sana saat itu :)

13 Mei 2012, hari Minggu kemarin sekedar jalan-jalan di seputaran stasiun Kyoto (Kyoto Eki).  Tiba di lantai dua, tepatnya di depan bagian informasi, tidak sengaja 'menemukan' pameran kerajinan tradisional Kimono lengkap dengan proses pembuatan Kimono mulai dari menjahit pola, dan seterusnya.  Di sebelahnya di pamerkan Wood Painting!  Bapak tua yang duduk di stand itu terlihat menjawab pertanyaan dari beberapa pengunjung.  Beliau adalah Hashimura, the wood painter!  Bisa dibilang saya beruntung bisa bertemu dengan Keluarga Hashimura (baik pelukis maupun pembuat Kimono).  Mereka adalah keluarga seniman yang terbilang jarang muncul di hadapan publik, dan lebih banyak berkarya di desa asal mereka.  
*salim cium tangan untuk Pak Hashimura :)

Lukisan kayu Hashimura merupakan pengembangan dari teknik Yuzen dyeing.  Ditemukan oleh Miyazaki Yuzen-sai, Yuzen dyeing sendiri awalnya digunakan dalam proses pembuatan Kimono di pertengahan era Edo (sekitar tahun 1700). Di setiap karyanya, Keluarga Hashimura menggunakan bahan-bahan dari alam.  Saat itu tidak terlihat demo melukis oleh Pak Hashimura.  Belum demo atau demonya telah lewat, atau tidak demo sama sekali, entahlah.  Maklum, saya hanya 'tersinggah'. Melihat masih banyak pengunjung yang ingin ngobrol dengan beliau, dan mengingat bahasa Jepang saya yang masih NOL, hal termaksimal yang bisa dilakukan adalah menanyakan kesediannya untuk foto bareng.  Semoga bisa berkesempatan mengunjungi workshop di kediaman beliau, amien!
source: hanasehakubian.web.fc2.com
source: hanasehakubian.web.fc2.com
source: hanasehakubian.web.fc2.com
tambahan:  seniman Yuzen terkenal lainnya adalah Ozaki Naoko

May 9, 2012

Masking Fluid, another experiment (the making of Flower Power)

right click and open in a new tab to see larger size
Susah-susah gampang.  Gampang-gampang susah.  Itulah yang bisa disimpulkan dari pemakaian masking fluid. Jika terlalu lamban menyapukan kuas, cairan akan serta-merta mengering dan saling tarik-menarik antara satu sama lain sehingga timbul gumpalan-gumpalan yang lengket di kuas dan hal itu sangat mengganggu

Eksperimen kali ini tergolong gagal.  Berbeda dengan percobaan pertama dimana warna background lebih soft dibanding warna objek, masking fluid dengan background yang gelap malah membentuk garis tegas pada objek.  Hasilnya pewarnaan soft color pada objek tidak terlihat menyatu dengan background.  Atau mungkin karena jenis cat airnya yang bersifat vivid color ya? Karena setiap kali mengering, akan terlihat 'garis tegas' di tepian warnanya.

Sebagai gantinya, dibuat ulang lagi.  Kali ini digunakan tissue untuk menyerap warna di bagian-bagian yang berbatasan langsung dengan objek sehingga mengurangi terbentuknya 'garis tegas'.  Dan sepertinya lumayan berhasil :)


ZOOM IN: hasil masking fluid (background hitam) untuk objek bunga yang terlalu kaku 
sebagai gantinya, dibuat ulang saja lagi
ZOOM IN: kali ini pakai warna background yang lebih soft, lumayan bisa menyatu dengan objek bunga
brosur dari Kahitsukan: Kyoto Museum of Contemporary Art  :)