Jun 30, 2012

Kirie + Shadowgraph = Seiji Fujishiro

Jalan-jalan saya ke The National Museum of Modern Art Kyoto di pertengahan Mei 2012 secara tidak sengaja memperkenalkan saya pada karya-karya Seiji Fujishiro.  Itu pun karena sesaat sebelum meninggalkan museum, saya menyempatkan diri untuk hunting brosur-brosur bergambar indah yang banyak terpajang di lobby museum.  Pilihan saya saat itu jatuh pada selembar brosur pameran Seiji Fujishiro dengan gambar yang begitu menawan.






Awalnya saya pikir hanya lukisan cat air seperti karya seniman Jepang pada umumnya, bedanya seluruh tokoh dalam lukisan berkulit hitam dan bermata besar.  Ternyata saya salah besar!  Setelah Googling, barulah terjawab mengapa para tokoh dan sebagian besar objek dalam karya-karya Seiji Fujishiro didominasi warna hitam.

source: http://www.kageenomori.jp/fujishiro.html
source:  http://www.seiji-fujishiro.com/genbaku/genbaku.html#

Seiji Fujishiro merupakan seorang seniman Kirie (papercut) sekaligus Shadowgraph.  Jenis karyanya sendiri  bukanlah ilustrasi dua dimensi, melainkan tiga dimensional.  Kertas yang telah dibentuk menjadi objek tertentu di susun dengan urutan dan jarak tertentu dibelakang kaca.  Selanjutnya diberi sentuhan permainan warna gelap-terang dan cahaya, dimana hal ini menjadi inti dari penyajian setiap karyanya.  Dalam berkarya, Seiji Fujishiro hanya menggunakan silet untuk membentuk/memotong kertas biasa menjadi sebuah siluet yang kaya akan detil.  


Mori Art Museum di Kofu (Yamanashi Perfecture) adalah tempat kedua setelah Chihiro Art Museum di Tokyo yang berada dalam wish list saya (antara keduanya berjarak 1 jam 30 menit).  Padahal sekitar bulan April-Juni 2012 itu saya hanya berjarak 45 menit  naik kereta dari apato di Kyoto menuju Nara Perfectural Museum of Art, tempat diselenggarakannya pameran karya Seiji Fujishiro yang tertera dalam katalog yang saya bawa pulang itu :(  

Jun 27, 2012

[giveaway] Yellow Flowers From Kyoto :)


Lukisan cat air seukuran kartu pos ini akan menjadi giveaway untuk kalian yang berminat.  Berupa lukisan  asli diatas kertas khusus cat air (bukan hasil print) jadi hanya satu buah saja :)

Caranya mendapatkannya mudah saja, cukup dengan mem-follow blog ini dan akun twitter @perduliart.  Nama teman-teman yang telah terdaftar akan diundi di akhir Juni.

p.s. Giveaway ini hanya berlaku untuk teman-teman yang berdomisili di Indonesia.  

Good Luck :)

Jun 26, 2012

[mini album] Treasure Box!

Setelah tertunda selama kurang lebih 5 bulan, akhirnya bisa juga menyelesaikan project mini album untuk sahabat saya sejak dari SMU.  Rencananya mini album ini akan saya berikan sehari menjelang kepindahan saya ke Kyoto, namun terkendala lamanya packing ini-itu yang ternyata tidak sesingkat dan semudah packing untuk liburan.  Pada akhirnya, mini album ini akan saya kirimkan via pos.  Itung-itung membudayakan lagi gerakan berkirim surat (lengkap perangko dan cap pos) ditengah-tengah era instant messaging sekarang ini...

foto anak-anak manis ini dilukis ulang dengan menggunakan cat air diatas kertas khusus cat air
masing-masing lukisan di susun berdasar urutan kelahiran
Key yang suka menggambar
Arya yang pendiam
Amaya yang imut
bila dilipat, akan menjadi kotak harta karun seperti ini
karena ukurannya yang mini, kotak harta karun ini bisa kamu bawa kemana-mana dan sekaligus menjadi 'penjaga dompet' :)
Satu ragkai mini album (maksimal 3 gambar) dapat dijadikan gift yang sifatnya sangat personal.  Bisa sebagai   kartu ucapan selamat ulang tahun, hari jadi pernikahan, kelahiran, kelulusan, dsb.  
Bila berminat, silahkan email ke: perduliart@gmail.com

Jun 24, 2012

Grey Heron From Kamo River

Pemandangan indah yang disuguhkan sungai Kamo salah satunya adalah keberadaan spesies bangau Grey Heron.  Tidak seperti burung bangau yang sering saya lihat di sawah atau di rawa-rawa saat masih kecil dulu, jenis Grey Heron ini memiliki tubuh yang lebih besar dan sifat yang lebih tenang.  Ia bisa 'mematung' selama beberapa menit  saat sedang mengincar ikan-ikan kecil di sungai.  Sungai Kamo sendiri merupakan sungai besar yang membelah kota Kyoto.  Titik percabangannya tepat berada di depan stasiun Demachiyanagi.  Di kedua sisi sungai terdapat pohon Sakura dan Willow yang tumbuh selang-seling.  Meskipun letaknya di tengah-tengah kota, namun kondisi sungai ini masih alami dan sangat sehat.  Indikatornya sederhana saja, selain tidak ada sampah, di sana juga kita bisa temukan kawanan gagak, elang bebek, yang mencari ikan dari dalam sungai.




Jun 23, 2012

So Many Spots, So Little Time :(

Inilah yang terjadi jika misi 'live sketching'nya disisipkan ditengah-tengah acara jalan-jalan keluarga.  Apalagi dengan membawa dua bayi sekaligus!  Sampai sejauh ini, beruntung banget mereka mau ditinggal bersama papinya saat ada spot menarik yang wajib sket.  Tidak enaknya, sementara saya berlama-lama  hanyut mengamati detil objek, papinya harus kewalahan menghibur agar si bayi kembar tetap tenang.     Kalau mau gampang, sebenarnya bisa saja sih spot yang menarik itu dipotret sebanyak mungkin dari berbagai angle baru kemudian dibuat sketnya sebagus mungkin saat tiba di rumah, kemudian di upload dan diberi keterangan 'hasil hunting live sketch!'.  Tapi seorang Indonesia's Seketchers sejati tidak akan menggunakan cara rendahan seperti itu.  Idealisme We Draw What We Witness menjadikan kami seorang 'live sketcher' sejati yang menjunjung tinggi kejujuran dan spontanitas dalam berkarya.  

Kalau sudah mendapati situasi seperti ini, speed sketching menggunakan pen brush adalah solusinya.  Dengan pen brush, kita cukup mensket bentuk objek secara umum, dan mengurangi detil.  Sebab bila dibandingkan dengan pulpen atau pensil, pen brush ini memang kurang cocok untuk menggambar detil.      Arsiran tebal-tipis (untuk efek arsiran ataupun bayangan) bisa dibuat dalam satu tarikan garis saja.  Sungguh sangat efisien!  Daan..menurut pengalaman selama ini, hasil goresan pen brush lebih terlihat artistik untuk sketsa dengan garis-garis yang minim.  Kurang lebih mirip lukisan-lukisan Jepang lah.. :)

salah satu patung penunggu kolam di halaman Heian-jingu Shrine

Heian-jingu Shrine, didirikan tahun 1895 dalam rangka memperingati 1100 tahun kepindahan ibukota ke Kyoto pada masa Kekaisaran  Kanmu

patung Tengu (Dewa Gunung) di Stasiun Kereta Kurama, arah paling utara kota Kyoto

Jun 20, 2012

Bobel dan Mommy-nya dari Kampung Buku

thnx for the hat, Mommy Bobel :)
Piyo adalah mommy-nya Bobel, Bobel adalah anaknya Mommy Piyo.  Begitulah.  Mereka berdua tinggal di sebuah rumah yang lebih populer di kalangan anak mudayya Makassar dengan nama Kampung Buku.  Kampung Buku itu sendiri dikelola langsung oleh Kak Jimpe, suami Piyo (yang juga adalah senior saya di HI-Unhas).  Berbagai workshop kerap diadakan di Kampung Buku, mulai dari workshop menulis, cukil kayu, merajut, dll.  Untuk kegiatan merajut, Mommy Bobel adalah salah satu motor penggerak Qui'Qui' (komunitas Perajut Makassar).  Secara pribadi saya mengucapkan terimakasih  pada Mommy Bobel atas earflap hat buatannya dua minggu sebelum kami berangkat ke Kyoto.  Meskipun hanya mendapatkan 'ekor-ekornya' musim dingin, namun di suhu 3 derajad Celcius sungguhlah amat dingin bagi kami orang tropis :)  




Toon ini sebagai hadiah ultah Bobel yang ke-3.  Tanggal ultahnya beda sehari dengan bayi kembar saya yang  kini berusia satu tahun.  Itulah sebabnya Kak Jimpe (Papi Bobel) menyarankan agar segera dibentuk geng Gemincang-Gemincong untuk para gadis Gemini ini :)
Fakta unik:  foto Bobel untuk keperluan 'study character' lebih banyak saya dapat dari akun Barack Aziz Malinggi dibanding dari akun kedua orang tuanya :o


'sebenarnya rambut Bobel lebih bergelombang', koreksi maminya
revisi:  rambut lebih ikal
detil topi rajutan buatan Mommy-nya
Happy Birthday Isobel Jasmine :*

Jun 11, 2012

Lelaki Bugis

Saya kerap bertemu dengan Lelaki Bugis saat kafe baca Biblioholic masih eksis di Jl. Perintis Kemerdekaan, Makassar.  Kesan yang melekat saat bertemu dengannya adalah rambutnya yang wah!  Saat berminat ingin dibuatkan 'avatoon'nya, elemen rambut inilah yang akan jadi point of interest-nya :)


pose seperti ini berdasarkan foto yang dia submit lho ya :)


rambut setelah lebih diliarkan (atas saran seorang teman)


bio: sharing is caring | baby sitter | a good hubby and daddy wannabe  |  follow him @lelakibugis

Jun 1, 2012

Beruang Untuk Iqko

Memasuki bulan Juni, adik saya @yufinats sebentar lagi akan berulang tahun yang ke-30.  Merayakan peralihan usianya ke 'kepala tiga', dia bagi-bagi hadiah via Twitter dengan cara membuatkan #avatoon (avatar cartoon) bagi siapa saja yang berminat, dengan syarat men-submit foto diri yang mengandung unsur angka 30. Seketika saya teringat permintaan Iqko yang berminat dibuatkan kartun beruang yang sedang memakai headphone.  

Kira-kira seperti inilah kartun beruang yang saya perlihatkan ke dia.  "Imut sekali! Bisa agak macho sedikit?" begitulah komentarnya.  Saya baru sadar, Iqko ini badannya memang chubby seperti beruang :)  Makanya 'nama udaranya' adalah Iqko Beruang.  Tiba-tiba saya merasa konyol menambahkan dasi pita pada beruang itu.  Padahal maksudnya agar terlihat sophisticated, elegan, dan terpelajar.  Tapi motif polkadot??  Jadinya malah terlihat membadut :/

Tentu saja saya susah tidur kalau sudah begini. Lewat tengah malam di apato tidak sesenyap malam-malam sebelumnya.  Suara kodok riuh terndengar dari sepetak sawah tetangga yang siap ditanami,  menjadi teman yang seru saat merevisi kartun beruang untuk Iqko :)