Nov 14, 2011

My Black Diamond; My Guilty Pleasure

Alasan saya suka melukis orang Afrika sama seperti alasan kalian yang suka ngemil atau merokok atau shopping, atau kebiasaan apapun yang menyenangkan hati.  Tapi akhirnya disertai rasa bersalah karena sebagai orang Indonesia, saya malah jarang sekali mengangkat tema lokal. 

Mengangkat tema ibu (perempuan) dan anak bukanlah tanpa alasan.  Kaum perempuan dan anak-anak Afrika adalah objek yang indah sekaligus tangguh namun posisinya paling rentan menderita oleh kebudayaan mereka sendiri. 
Adalah perempuan Afrika yang harus merasakan sakitnya di 'sunat total' ketika beranjak menjadi perempuan dewasa.  Adalah perempuan Afrika yang harus siap melahirkan berkali-kali hinga memiliki banyak anak agar para kakek atau nenek mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk bereinkarnasi kembali dalam tubuh cucunya.  Sementara para anak harus kuat berjalan beberapa kilometer hanya untuk mendapatkan seember air keruh berlumpur di lingkungan mereka yang kering.  Para anak selalu hidup dalam ketakutan jika sewaktu-waktu mereka diculik untuk dijadikan tentara dan dipaksa berperang melawan suku lain.  Para anak harus tegar melanjutkan hidup setelah melihat para orang tua mereka dibantai di hadapan mereka dalam perang antar suku.   

Sierra Leone; Nyaman Dalam Buaian, 2008

Djibouti; Di Tepi Sumur Kering, 2008

Rwanda; Mata Bola PingPong Itu..., 2010

Addies Ababa; Aman Dalam Buaian, 2010

Okavango River; Lelap Dalam Buaian, 2010

No comments:

Post a Comment