Aug 27, 2014

Bright, Bold, Brilliant Ryoji Arai

Suatu siang di tahun 2004. 

Sampah bagi orang lain bisa jadi harta karun bagi kita.  Begitulah, sore itu saya pulang ke rumah dengan perasaan girang hanya karena membawa pulang segepok majalah  bekas dari tempat saya mengajar, Makassar International School.  Lima eksemplar majalah Jepang untuk anak-anak usia sekolah dasar.  Satu hal yang mencuri perhatian saya adalah keberadaan komik bersambung di dalamnya.  Bercerita tentang petualangan seorang bocah laki-laki dan sahabatnya; seekor singa yang bisa berubah menjadi apa saja yang khayalkan si bocah.  Ilustrasinya cukup kekanak-kanakan, dan sangat full color.  Saya jamin, setiap anak akan suka melihat gambar dan warnanya yang hangat itu.  Episode favoritku adalah saat si bocah dan singa sahabatnya mengunjungi negeri donat. Bukan donat cantik bertabur icing yang menor, tapi jenis donat klasik yang sederhana saja -donat kampung- donat yang selalu membangkitkan kenangan indah akan nenek tercinta.  Episode itu begitu membekas, hingga akhirnya mengendap dalam alam bawah sadarku, berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun...

***

Konnichiwa!

Seperti yang lalu-lalu, sudah jadi semacam pattern dalam hidup saya selama tinggal disini: kenal (dan langsung jatuh hati) dengan karya seseorang terlebih dahulu, baru menyusul tahu nama artistnya dikarenakan saya masih buta huruf Kanji. Syukur-syukur  kalo  menemukan nama artist dalam format Romanji yang terlampir dalam karyanya, jadinya bisa langsung googling sana-sini ;)  Singkat cerita, takdirlah yang mempertemukanku dengan mereka yang namanya masuk dalam daftar ilustrator kesayangan :)

Bermula dari opening serial drama di stasiun NHK tahun lalu berjudul 'Jun To Ai' (Jun and Ai), berupa tayangan potongan ilustrasi dari ehon (buku cerita bergambar) yang menampilkan cerita Sleeping BeautyCute dan eyecatching, begitulah kesan pertama begitu melihat tayangan opening drama tersebut.  Ilustrasinya kekanak-kanakan, spontan dan penuh dengan warna-warna hangat, cocok sekali untuk membangun mood kita yang lagi sedih.  Karena terlanjur cinta, maka sekitar pukul 01.45 pm saya telah siap di saluran NHK demi menikmati opening drama Jun To Ai setiap harinya :)

souce: http://www.pinterest.com/pin/529524868656909922/
Selang beberapa bulan kemudian, di saluran NHKE (NKH education) secara tidak sengaja (saya memilih menyebutnya takdir) menonton tayangan workshop tentang cara membuat ehon (buku cerita bergambar).  Seorang laki-laki gondrong berkacata mata dengan cekatan membaurkan cat guache dengan jemarinya.  Lembar demi lembar dilakoninya tanpa ancang-ancang dan penuh spontanitas! Pilihannya selalu jatuh pada warna-warna cat yang cerah dan hangat, semuanya mengalir begitu saja, tidak ada kata salah gambar deh pokoknya!  Sampai akhirnya tiba di akhir acara, sebuah text dalam format Romanji menampilkan nama seniman itu (takdir lagi bukan?)  Ryoji Arai, begitulah yang saya tulis di atas struk belanja dari kombini, hanya untuk memastikan namanya tidak hilang dalam memori saya yang seburuk memori ikan mas koki >.<

source: rocca-game.jp

Ryoji Arai lahir di Yamagata ditahun 1956.  Menyelesaikan pendidikan seni rupa di Nippon University.  Sebagian besar karyanya bisa dinikmati dalam bentuk buku cerita bergambar (selain dalam bentuk animasi,  ilustrasi di majalah atau desain set teater).  Dalam dunia gambar Arai, tidak ada yang mustahil.  Ia dapat dengan mudah melukiskan aroma, perasaan, musik, tarian, kegaduhan, hingga keadaan hening sekalipun secara spontan.  Karena mengandalkan jemarinya, Arai lebih memilih media lukis cat air dan guache yang mudah dibersihkan.  Jalan cerita dan pemilihan nama karakter yang tidak biasa menjadi ciri khas karyanya, misalnya nama pasangan 'Slowly & Gradually' (dari cerita Yukkuri to Jojoni).  Dari berbagai buku cerita bergambar karyanya, pesan yang ingin disampaikan Arai adalah gerakan sekecil apapun layak untuk direkam, kejadian sekecil apapun layak untuk diceritakan. 


Beragam penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional telah diraihnya.  Salah satunya yang layak dibanggakan adalah Astrid Lindgren Memorial Award dari The Swedish Arts Council di tahun 2005.  Penghargaan ini begitu istimewa karena nominal hadiahnya menduduki peringkat pertama terbesar dalam bidang karya sastra anak-anak.  Meski tidak satupun bukunya diterjemahkan dalam versi Inggris kala itu, karyanya yang minim kata-kata tersebut dinilai cukup efektif menyampaikan pesan kepada anak-anak melalui permainan warna dan sensasi karakter yang dibangunnya.  Keinginan terbesar Arai sebagai seorang seniman adalah dapat merangsang kemampuan berfikir anak-anak secara mandiri. Oleh karenanya, ia merasa harus senantiasa memelihara 'jiwa bocah lima tahun' dalam dirinya agar dapat melihat, merasakan,  berfikir dan memahami dunia nyata dari sudut pandang anak-anak.  

Kurang lebih demikianlah hasil riset internet saya.  Selanjutnya tahapan browsing image tentang Ryoji Arai.  Lamat-lamat alam bawah sadar saya bereaksi saat melihat gambar dibawah ini! OMG!  Memori yang mengendap selama 10 tahun lamanya kini terjawab sudah :')
Untuk merayakannya, saya segera menghubungi adikku (yang jago bikin kue) dan meminta resep donat kampung itu. 

source: picturebook-museum.com

source: picturebook-museum.com
 
Dan inilah yang tersisa dari perayaan 母の日 (Haha no Hi) atau Hari Ibu pada 8 Mei lalu.  Saat para ibu di Jepang ini mendapat karangan bunga Carnation merah (selain Mawar) dari anggota keluarganya, saya justru girang bukan kepalang saat ditraktir buku oleh suami di BOOKOFF, sebuah jaringan toko buku dengan harga yang sangat ramah kantong terutama bagi kaum imigran seperti kami :)
Lagi-lagi takdir mempertemukanku dengan ehon karya Ryoji Arai yang tergeletak manis diantara tumpukan buku-buku sale.  Ketimbang diberi karangan Carnation merah (yang entah akan diapakan setelahnya), ehon karya Ryoji Arai menjadi hadiah yang begitu berharga buatku (eh, ada kupon diskon tokonya pulak) :D
 

Schneewittchen (Snow White)
Text copyright  © 2008, Joko Iwase
Illustrations copyrights © 2008, Ryoji Arai
Copyright © 2008 by Fellisimo
Printed in Japan
ISBN978-4-89432-435-0 C8798

harga  108 yen (harga asli yang tercetak di sampul belakang 572 yen)
dimensi 14,5 cm x 11,5 cm
hardcover
32 halaman


suatu hari di negeri antah berantah...

cermin ajaib menampakkan Snow White sebagai wanita yang seribu kali lebih cantik dari sang Ratu

Tujuh kurcaci terkejut saat mendapati seorang gadis tertidur lelap dalam kabin mereka

pertemuan pertama Snow White dan ketujuh Kurcaci itu

saat sang Ratu menyamar sebagai istri petani yang akan menawarkan apel

apel beracun itu....

sang Ratu membuktikan bahwa apelnya tidak beracun dengan cara memakan setengahnya

Tujuh Kurcaci menangisi 'kepergian' sahabat mereka yang terbaring dalam peti kaca

Snow White saat sedang mati suri

itu dia sang Pangeran tiba!

tidak ada alasan untuk bosan pada cerita yang happy ending  ^^
Dengan adanya buku ini, paling tidak karakter Snow White karya Arai berhasil menggeser image Snow White ala Disney yang sedari kecil bersemayam dalam alam bawah sadarku.  Terimakasih bang Arai (salim cium tangan)

Jya, matta ^^

2 comments: